Dandim 0304 Agam Letkol.Arm.Bayu Ardhitya Nugroho.SH.M.Han Dampingi Danrem 032/ WBR Tinjau Museum Perjuangan Tri Daya Eka Dharma

Dandim 0304 Agam Letkol.Arm.Bayu Ardhitya Nugroho.SH.M.Han Dampingi Danrem 032/ WBR Tinjau Museum Perjuangan Tri Daya Eka Dharma

BUKITTINGGI, KOMPAS86.com – Dandim 0304 Agam Letkol.Arm.Bayu Ardhitya Nugroho.SH.M.Han turut mendampingi Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Rayen Obersyl sat kunjungi Museum Perjuangan Tri Eka Dharma Bikittinggi, Sabtu,27/01/24

Dalam kunjungan tersebut Danrem 032/WBR BrIgjen TNI Rayen Obersyl berharap generasi mudaserta para pelajar dan anak-anak muda agar tidak buta dengan sejarah perjuangan bangsa, karena Negara ini di dirikan dengan darah dan perjuangan para pahlawan kita terdahulu”

“Tanpa sejarah dan perjuangan belum tentu kita bisa menghirup udara seperti sekarang ini. Zaman kemerdekaan sekarang ini,” ujarnya.

“Tugas kita yang hidup di zaman kemerdekaan ini, kita agar mengisinya jangan sampai mengecewakan para pejuang-pejuang zaman dulu, yang telah rela mengorbankan tidak saja harta benda, jiwa raga rela dikorbankan untuk kemerdekaan.

Dalam kunjungan ke museum, Rayen didampingi Dandim 0304/Agam, Letkol Arm Bayu Ardhitya Nugroho, SH., M.Han, menyebutkan, perubahan museum yang saat ini sedang dibangun baru sekitar 60 persen.

“Di museum ini terdapat barang bersejarah seperti terdapat senjata, tanda-tanda satuan, radio dan macam-macam yang itu semua terkait dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI),” paparnya.

Ia menegaskan, PDRI merupakan tonggak sejarah Indonesia kedua. “Kalau kita belajar sejarah itu, kalau saya mengaitkan sejarah Sumatera Barat (PDRI) dengan monumen Jogja kembali yang ada di Jogjakarta,” paparnya.

“Kembalinya kemana, ya kembali dari sini karena pada saat itu pemerintahan PDRI menyerahkan kembali ke pemerintahan pusat yang ada di Jogjakarta. Artinya saat itu pemerintah ada di sini di Bukittinggi. Jadi Bukittinggi pernah menjadi ibukota negara, walaupun sifatnya sementara,” ungkapnya.

Menurut dia, di museum terdapat salah satu benda bersejarah yaitu radio.

“Radio tersebut lah yang mengirimkan berita atau informasi dari Indonesia ke India sana, membuat dunia tahu bahwa apa yang digembargemborkan atau isu yang dilontarkan dan digaung-gaungkan Belanda bahwa Indonesia tidak ada, ternyata masih berdiri di pemerintahan sementaranya di bawah kepemimpinan Syafruddin Prawiranegara,” jelasnya.

Pada kunjungan ke museum itu, Danrem 032/Wirabraja juga didampingi Pasi Intel – Kapten Inf Rudi Candra dan sejumlah penting TNI lainnya. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!