MTsN 1 Pati Lolos 3 Proposal OPSI, Kini Memasuki Tahap Penelitian Lapangan

MTsN 1 Pati Lolos 3 Proposal OPSI, Kini Memasuki Tahap Penelitian Lapangan

Pati, Jateng-Kompas86.com

Tiga proposal siswa MTsN 1 Pati dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tahun 2023 dinyatakan lolos dan kini memasuki masa penelitian, Jumat (16/6/2023).

 

OPSI merupakan sebuah ajang olimpiade bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi (Kemendikristek) Republik Indonesia.

 

Tiga proposal tersebut, antara lain (1) bidang Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa dengan judul penelitian IOT Water Management System For Boarding School oleh Diera Sarah Dzikriyah dan Rhea Azalea El Mumtazaty, (2) bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan dengan judul penelitian Sintesis Biokomposit Magnetik Nanopartikel Berbasis Ampas Tebu dalam Menurunkan Kadar Chemical Oxygen Demand (COD), Ion Pb (II) dan Total Suspended Solid (TSS) Limbah Cair Batik Bakaran oleh Jauza Tsabita Alfaruq dan Muhammad Husnan Nafi’, serta (3) bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan, dan Seni dengan judul penelitian

 

“Nyi Banoewati” Inspirasi Pemberdayaan Perempuan Pengrajin Batik Bakaran Melestarikan Tradisi Budaya dan Penyangga Ekonomi Keluarga di Kabupaten Pati oleh Ika Rahmawati dan Wan Azizah Azahrah.

Salah satu guru pembimbing bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Tommy Andriansyah, mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan oleh anak didiknya saat ini telah berada dalam tahap pengambilan data. Ia menjelaskan, judul penelitian yang diambil ditekankan pada kearifan dan potensi lokal yang ada di Wilayah Kabupaten Pati.

 

“Untuk saat ini, tim telah berada dalam tahap pengambilan menuju lokasi penelitian. Pada penelitian ini, kami tekankan pada kearifan dan potensi lokal yang ada di Kabupaten Pati,” kata Tommy.

 

Tommy pun bersyukur, tak hanya dirinya namun dua rekan pembimbing lainnya juga telah berhasil mengantarkan anak didiknya lolos seleksi proposal yang saat ini sedang dalam tahapan yang sama.

 

“Alhamdulillah, 3 bidang yang kami ikuti bisa lolos semua. Untuk pengambilan datanya sendiri kami membutuhkan waktu paling tidak sekitar 3 bulan untuk kemudian diuji,” jelasnya.

 

Ika Rahmawati, bersama rekannya, Wan Azizah Azahrah merasa senang dan excited dengan penelitian yang saat ini telah mereka lakukan selain sebagai pengalaman pertama juga menambah pengetahuan.

 

“Bagi kami ini pengalaman pertama yang asyik dan menarik. Tentunya menambah pengetahuan dan pemahaman kami akan potensi serta kearifan lokal yang ada di Pati, terlebih siapa itu Nyi Banoewati,” ucap Ika.

 

Ali Musyafak, Kepala MTsN 1 Pati, sangat bersyukur dan Bahagia. Pasalnya, untuk pertama kali madrasah yang ia pimpin bisa mengikuti olimpiade OPSI yang notaben penyelenggaranya dari luar Kemenag, namun para siswa mampu bersanding dan bertanding yang akhirnya lolos 3 proposal.

 

“Ini sebuah terobosan yang luar biasa dan ternyata para siswa semakin menunjukkan potensi dan eksistensinya di bidang penelitian,” ujarnya.

 

Ia berharap, lolosnya proposal OPSI ini menjadi penyemangat para siswa dan pembimbing untuk terus berkontribusi nyata agar salah satu program unggulan madrasah ini semakin eksis dan lebih diakui keberadaannya.

 

“Kerja tim yang luar biasa. Harapan kami tidak berhenti sampai di sini, akan tetapi tim yang solid ini terus menggali potensi anak, mengajarkan anak untuk berfikir kritis, mengembangkan ide-ide mereka,” ujarnya.

 

“Terima kasih juga kepada para pembimbing yang tidak pernah lelah mengantarkan anak-anak untuk terus berprestasi. Untuk anak-anakku, tetap semangat dan selalu mengharap rahmat-Nya agar diberikan hasil terbaik. Semoga mbarokahi,” pungkas Syafak.

Nn9/hms

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!