MTsN 1 Bukittinggi Tidak Pernah Menetapkan Besaran Uang Iuran Komite Terhadap Orang Tua Siswa

MTsN 1 Bukittinggi Tidak Pernah Menetapkan Besaran Uang Iuran Komite Terhadap Orang Tua Siswa

Bukittinggi ( Sumbar ) KOMPAS86.com
Terkait maraknya isu tentang pungutan iuran komite di salah satu MTsn di Kabupaten Agam, yang beredar di media sosial, atas issue tersebut turut merembet pertanyaan masyarakat ke MTsn 1 Bukittinggi tentang adanya dugaan pungutan iuran komite di MTsn 1 Bukittinggi, hal ini langsung di bantah oleh Kepala MTsN1 Bukittinggi Eva Angraini.M.Si, Selasa/09/23.

Didampingi oleh beberapa Wakil Kepala Sekolah MTsN dan Waka Humas, Eva Angraini M.Si menjelaskan bahwa ” Berdasarkan PMA nomor 16 tahun 2020 sekolah boleh menerima sumbangan tetapi tidak mengikat dan tidak boleh di tetapkan angkanya dan tidak boleh memungut sumbangan ” ujarnya

” Di MTsN 1 Bukittinggi kami setiap tahun membuat perencanaan terhadap pembangunan guna penunjang pendidikan, dan dana tersebut sebagian dari Diva, sebagian dari dana BOS ( Bantuan Operasional Sekolah ), ada beberapa yang tidak terpakai dari dana BOS seperti jalan yang sudah rusak dari gerbang, dan hal ini ada beberapa orang tua yang sudah menginformasikan ke kami via WA ” Jalan sudah rusak, kalau hujan sudah seperti lautan, apakah tidak ada inisiatif dari pihak sekolah untuk memperbaikinya ” ujar Eva menirukan ucapan dari salah satu orang tua siswa.

” Di MTsN 1 Bukittinggi ada lima orang guru honor yang lulus PPPK, dan guru tersebut tidak di tempatkan disini, berdasarkan peraturan baru kami tidak boleh menerima tenaga honor baru yang di bayarkan oleh dana BOS, kemudian ada lagi kegiatan keagamaan seperti tahfidz, guru tahfidz di MTsN 1 ada tiga orang sementara jumlah siswa 997 orang, kalau kita menambah guru tentu harus ada anggaran dari dana lain, atas dasar inilah kita bawakan ke komite sekolah, sehingga komite mengadakan rapat bersama orang tua siswa ” pungkas Eva

Lebih lanjut Eva menjelaskan ” Dalam rapat komite sudah di paparkan kebutuhan sekolah selama 1 tahun, baik penambahan tenaga guru maupun untuk pembangunan guna menunjang pendidikan, dan atas dasar kesepakatan itupun sudah di setujui oleh orang tua siswa secara bersama sama yang di tuangkan kedalam berita acara, untuk bersama sama memberikan infaq dan sadaqah berapa yang ter niat dan bukan di paksakan memberi bantuan untuk sekolah ” jelasnya

” Dan setelah di sepakati pihak sekolah memberikan kertas, ada yang memberikan Rp.50.000, bahkan ada yang tidak memberikan sama sekali ” tambahnya

Selaku kepala sekolah MTsN 1 Bukittinggi Eva Anggaraini menegaskan bahwa, ” Kami tidak pernah memungut besaran uang komite kepada orang tua siswa, sebagaimana isu isu yang beredar di masyarakat, bahkan pihak komite MTsN 1 Bukittinggi sebelum membuat keputusan selalu berkordinasi dengan orang tua siswa dalam rapat komite” tegasnya

Eva Anggraini juga menghimbau kepada orang tua siswa, apabila ada undangan rapat dari pihak komite sekolah, mari kita bersama sama untuk menghadiri, karena nantinya tidak menginginkan informasi yang simpang siur terus terjadi polemik yang akan merugikan terhadap kegiatan belajar mengajar di MTsN 1 Bukittinggi ” tutupnya ( basa )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *