Ponpes Nurul Ahmady Menuju Pendidikan Islam yang Representatif, Inovatif, dan Kreatif.serta Rehabilitasi sarana prasarana.

Ponpes Nurul Ahmady Menuju Pendidikan Islam yang Representatif, Inovatif, dan Kreatif.serta Rehabilitasi sarana prasarana.

Ponpes Nurul Ahmady Menuju Pendidikan Islam yang Representatif, Inovatif, dan Kreatif.serta Rehabilitasi sarana prasarana.

Bima NTB.kompas86.com.PONDOK Pesantren Nurul Ahmady terletak di kawasan yang tenang dan asri, tepatnya di Jalan lintas Tente Karumbu,Kecamatan Monta .

Dengan luas tanah keseluruhan sebesar 1500 m2, komplek pondok terbagi menjadi tiga yaitu 600 m2 sebagai kampus putra, 500 m2 untuk kampus putri, dan sisanya  diperuntukkan Gedung sekolah.

Dalam usia 18 tahun tepat pada tanggal 27- Juni-2006, Pondok Pesantren Nurul Ahmady telah menorehkan prestasi yang cukup membanggakan, bahkan dengan beberapa prestasi yang berskala nasional. Prestasi yang telah dicapai para santri Pondok Pesantren Nurul Ahmady antara lain Juara III kegiatan Pramuka  tahun 2008, Juara Harapan III Musabaqoh Tilawatil Qur’an Tingkat kecamatan ,serta mewakili Provinsi NTB Pramuka.

Pembangunan Ponpes ini dirintis pada tahun 2006, saat beberapa tokoh Islam di kabupaten Bima NTB .

Setelah dilakukan musyawarah mufakat ditunjuklah Ustadz Mursalman yang ditugaskan untuk mencari sebidang tanah wakaf. Tak lama berselang upaya itu disambut oleh bendahara yayasan dengan mewakafkan tanah peninggalan orang tuanya seluas 1500 m2 terletak di Jalan lintas Tente Karumbu Desa wilamaci sebagai lokasi pendirian Pondok Pesantren Nurul Ahmady, kabupaten Bima NTB.

Setelah selesai didirikan pada bulan Juni  2006 mulailah Pondok Pesantren Nurul Ahmady menerima pendaftaran santri baru tahun ajaran 2006/2007, dengan pimpinan pertama adalah Ustadz Mursalman.Peresmian pembukaan pondok pesantren dilakukan oleh Bupati Bima pada waktu itu, Drs H Zainul Arifin.

Sebagaimana yang diceritakan oleh Ustadz Mursalman,S Pdi, setidaknya tercatat ada lima orang yang menjadi tokoh pendiri Pondok Pesantren Nurul Ahmady, yaitu yudran H Muhidin,Ramlin S Pd,H M Taher, H Muhammad ( Abu la wa) M said Abdullah, Ismail.

Menurut Ustadz Mursalman  Pondok Pesantren Nurul Ahmady lahir dari dorongan kaum muslimin di Kabupaten Bima NTB untuk mengembangkan Tarbiyah Islamiyah, melalui upaya yang sistematis dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan serta mengubah pola pikir, pola rasa, Rodiah, dan amal yang tidak Islami menjadi Islami dengan mengelola sumber daya yang ada.

Ponpes Nurul Ahmady mempunyai visi menjadi pusat pendidikan Islam yang representatif, inovatif, kreatif, memasyarakat, ramah, dan berwibawa dengan memegang teguh ajaran agama Islam. Visi ini didukung oleh enam misi utama, yaitu pertama, membekali peserta didik dengan pemahaman aqidah yang bersih dari kesyirikan, ibadah yang benar dan akhlak yang mulia. Misi kedua adalah, membekali anak didik dengan ilmu dan alat yang mencukupi.

Misi ketiga, membantu putra-putri yang berprestasi tetapi mengalami kendala biaya belajar. Misi keempat, membekali anak didik dengan keterampilan dan kemasyarakatan agar dapat hidup mandiri dan bermartabat di tengah-tengah masyarakat setelah selesai dari pesantren. Misi kelima, memberikan penyuluhan dan penerangan kepada masyarakat tentang keagamaan. Selanjutnya misi keenam, adalah mengadakan kemitraan dengan masyarakat dan pihak-pihak lain dalam kemaslahatan ummat.

Saat ini Pondok Pesantren Nurul Ahmady memiliki empat unit kegiatan pendidikan mulai dari Raudatul Athfal, Madrasah ibtidaiyah swasta.Madrasyah Tsanawiyah swasta, Madrasah Aliyah Swasta.

Ustadz Mursalman menjelaskan ada empat jenjang pendidikan yang menjadi program unggulan di Nurul Ahmady, yaitu Kualitas Muallimin Al Islamiyah (KMI) dengan lama pendidikan enam tahun untuk santri laki-laki alumni MI/Aliyah. Kualitas Muslimat Al Islamiyah (KMA) untuk santri perempuan alumni MI/Aliyah. Selanjutnya program Terkhusus (TKS) dengan lama pendidikan empat tahun untuk alumni Madrasah Tsanawiyah, Madrasah ibtidaiyah swasta (MIS).

Kurikulum yang digunakan di Nurul Ahmady mengacu pada kurikulum pemondokan/pesantrennya, yang diadopsi dari Ponpes-ponpes yang telah lebih maju dan terkenal.

Saat ini jumlah santri yang menuntut ilmu di Ponpes Nurul Ahmady berjumlah 230 orang santri,100 santri tidak bermukim (mondok) di dalam asrama, dan 130 orang santri yang bermukim. Jumlah ini sudah sangat jauh berbeda dengan awal masa berdiri.

Saat ini dengan begitu besarnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Nurul Ahmady, Pengurus Ponpes terpaksa membatasi jumlah santri yang dapat diterima sesuai dengan kapasitas ruang belajar yang ada. Didukung dengan tenaga pengajar sebanyak 28 orang guru dari berbagai disiplin ilmu,

Kondisi sarana prasarana gedung dan Ruangan kelas udah pada lapuk dan para santri santriwati sangat takut robohnya plafon dan Ruangan kelas saat belajar.

Ketua yayasan Nurul Ahmady sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan pemerintah pusat maupun daerah atau instansi terkait.agar bisa realisasi kegiatan belajar mengajar kami tidak ada hambatan atau lancar terlaksana.

Apabila pemerintah pusat dan daerah mengucurkan dana untuk rehabilitasi dan Ruangan kelas, Asrama serta Masjid di pondok kami.

Kami sangat butuhkan

1.Asrama santri santriwati

2.Rehabilitas MTS

3.Membangun Masjid

4.pagar dan Bronjong halaman bagian belakang

5.Ruangan Kantor.

Dengan adanya itu kami pimpinan pondok sangat membutuhkan.ujar nya.

 

Rahim.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!