Kuasa Hukum Perkumpulan Masyarakat Karimunjawa Bersatu Bantah Diskriminasi terhadap Aktivis Lingkungan Hidup. 

Kuasa Hukum Perkumpulan Masyarakat Karimunjawa Bersatu Bantah Diskriminasi terhadap Aktivis Lingkungan Hidup. 

Jepara Jateng-kompas86.com

Karimunjawa, 19 Juni 2023 – Perkumpulan Masyarakat Karimunjawa Bersatu yang diwakili oleh kuasa hukumnya, H. Noorkhan SH, mengklarifikasi bahwa penetapan Daniel sebagai tersangka bukanlah karena dia seorang aktivis lingkungan hidup. Mereka menegaskan bahwa langkah hukum yang diambil terhadap Daniel FMT berkaitan dengan tuduhan ujaran kebencian yang meresahkan masyarakat Karimunjawa dan mengandung unsur SARA.

 

Dalam pernyataannya, H. Noorkhan menjelaskan bahwa perkataan Daniel di media sosial yang menyebutkan “masyarakat Karimun otak udang” telah melukai hati dan menghina masyarakat Karimunjawa secara umum. Tuduhan ujaran kebencian yang diarahkan kepada Daniel bukanlah suatu bentuk diskriminasi terhadap aktivis lingkungan hidup, melainkan respons terhadap pernyataan yang dianggap merendahkan masyarakat Karimunjawa.

 

“tuduhan adanya diskriminasi terhadap aktivis lingkungan hidup adalah tidak benar. Pihak berwenang tidak mengambil tindakan hukum terhadap Daniel karena aktivisme lingkungan yang dia lakukan, melainkan karena pernyataan yang dianggap mengandung ujaran kebencian terhadap masyarakat Karimunjawa.” Tegas H. Noorkhan.

 

Masih kata H. Noorkhan bahwa pihak penegak hukum tidak akan gegabah dalam menetapkan status tersangka pada seseorang. Oleh karena itu penetapan status tersangka secara otomatis sudah berdasarkan dua alat bukti seperti yang sudah ditetapkan dalam pasal 184 KUHP.

 

Kuasa Hukum Perkumpulan Masyarakat Karimunjawa Bersatu juga menegaskan komitmen mereka dalam melindungi hak-hak dan martabat masyarakat Karimunjawa, termasuk menjaga keharmonisan dan menghormati perbedaan pendapat.

 

H. Noorkhan menambahkan bahwa perkumpulan tersebut berharap kasus ini dapat diselesaikan melalui proses hukum yang adil dan transparan. Mereka juga mengajak masyarakat Karimunjawa untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwenang.

 

Diakhir keterangan nya, Kuasa Hukum perkumpulan Masyarakat Karimunjawa Bersatu berharap klarifikasi ini dapat menghilangkan kesalahpahaman dan memastikan bahwa kasus ini tidak dipandang sebagai bentuk diskriminasi terhadap aktivis lingkungan hidup. Mereka tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup dan membangun masyarakat yang lebih baik di Karimunjawa.

(Rud)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!