IMAM: Pemerintah Indonesia Jangan Melupakan Dan Menghilang Situs Bersejarah Di Aceh

IMAM: Pemerintah Indonesia Jangan Melupakan Dan Menghilang Situs Bersejarah Di Aceh

Aceh (NAD)KOMPAS.COM – 24/6/2023 Menyikapi penghancuran Rumoh gedong situs sejarah dan juga situs pelanggaran HAM kami dari IKatan Muslimin Aceh Meudaulat (IMAM) sangat menyesalkan upaya Pemerintah untuk menghilangkan situs sejarah tersebut, kalau memang pemerintah Indonesia serius ingin menyesalkan pelanggran HAM di Aceh maka seharusnya semua bukti pendukung harus diselamatkan, bukan malah dihancurkan

“Presiden Jokowi datang sekedar melihat tanah lapang yang sudah diratakan oleh alat berat kenapa harus ke lokasi rumoh gedong Karana tak ada bukti lagi disana,. Seharusnya jika Jokowi datang serta didampingi oleh media nasional maka bukti tempat penyiksaan itu harus ada walaupun alat untuk menyiksa sudah dihilangkan, seperti tempat PKI menyiksa dilubang buaya sampai hari ini masih dijaga, kenapa tempat penyiksaan di Aceh dihilangkan dan dihancurkan.

“Kami ingatkan kepada Pemerintah agar membangun kembali rumah yang telah dirusakkan dengan bentuk yang sama apalagi rumah itu rumah yang sudah dibangun dari abad 18 dan telah digunakan dari masa kemasa oleh pejuang pejuang Aceh untuk mengatur strategi perang melawan Belanda dan Jepang , jadi rumah gedong itu punya nilai sejarah tinggi yang wajib diselamatkan dan dilestarikan oleh dinas terkait agar generasi Aceh melihat bukti sejarah yang asli bagaimana rumah gedong yang sebenarnya .

Tgk muslim at thahiri yang akrab disapa Abi Mujahidin mengingatkan agar pemerintah Indonesia tidak mengikuti jejak Belanda dalam menghilangkan sejarah di Aceh sehingga banyak situs sejarah hanya tinggal nama, seperti tidak ada lagi sisa sisa situs sejarah kerajaan di Aceh karna telah banyak dihilangkan. Bahkan pemerintah Indonesia yang ada di Aceh ingin menghilangkan situs situs sejarah makam para raja dan ulama , bahkan makam pahlawan pun tak dijaga sebagaimana mestinya

Maka kami harapkan pemerintah jangan seperti penjahat perang yang mudah menghilangkan bukti bukti kekerasan, dan juga kami harapkan para DPR Aceh untuk sama sama berjuang mengembalikan dan menjaga situs sejarah di Aceh agar generasi Aceh bukan generasi yang lupa sejarah , jangan sampai makam makam para pahlawan dihilangkan oleh penjahat sejarah , jangan sampai situs sejarah dihancurkan sehingga Aceh dianggab negri baru yang berumur seumur jagung, padahal Aceh sudah ada 700 tahun lebih sebelum adanya Indonesia ucap nya kepada awak media,dura pena Indonesia melalui jaringan seluler.

” Kami takutkan semua sejarah itu akan dihilangkan satu persatu. Maka siapapun pemimpin di Aceh seharusnya menjaga sejarah Aceh bukan malah ikut menghancurkan situs sejarah Aceh tutupnya kepada awak media.(Red)#

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!