Abuya KH Asep Bustomi Cisantri Tetapkan Pengukuhan dan Deklarasi IPASI Setelah Pulang Jamaah Haji

Abuya KH Asep Bustomi Cisantri Tetapkan Pengukuhan dan Deklarasi IPASI Setelah Pulang Jamaah Haji

 

Pandeglang (Banten) Kompas86.com__, Abuya KH. Asep Nafis Imbron Bustomi Cisantri yang didampingi KH. Ochev Assonhaji BA, sudah menetapkan pengukuhan sekaligus deklarasi Ikatan Persaudaraan Alumni Santri Indonesia (IPASI) setelah pulang jamaah haji, karena menurutnya banyak alumni santri yang sedang menjalankan ibadah rukun Islam yang ke 5 di tanah suci mekah, Kamis (23/5/2024) pukul 16.00 WIB.

 

Penetapan tersebut di saksikan para pengurus pusat maupun wilayah dan daerah juga cabang, baik dari DKI Jakarta, Povinsi, Kabupaten dan Kecamatan, mereka semua sepakat bahwa pengukuhan sekaligus deklarasi yang akan di laksanakan sehabis pulang jamaah haji di wilayah aikon julukan kota sejuta santri seribu ulama Pandeglang Banten.

 

Semua yang hadir setelah mendengar perkataan penetapan waktu pengukuhan dari Abuya KH. Asep Nafis Imbron Bustomi Cisantri, terlihat wajah para alumni santri yang hadir semangat dan gembira, karena mereka sebagai alumni santri sudah sah mempunyai wadah ikatan batin persaudaraan antar sesama alumni santri di seluruh Indonesia.

 

Setelah Abuya KH. Asep Nafis Imbron Bustomi Cisantri menetapkan waktu pengukuhan,” KH. Ochev Assonhaji BA dirinya mengatakan,” terima kasih kepada Abah Abuya cisantri yang sudah menetapkan waktunya untuk pengukuhan dan sekaligus deklarasi, sehingga sudah terdengar semua oleh para alumni santri yang hadir, baik dari tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kecamatan, ini patut kita syukuri bersama, karena telah hadirnya sebuah wadah perkumpulan alumni santri seluruh Indonesia, IPASI ini bukan semata – mata untuk Banten dan Jawa Barat saja, melainkan untuk seluruh alumni santri yang berada di Indonesia dan yang berada di luar negeri.

 

Lanjut ia,” Alumni santri itu berbagai macam propesi,’ Bukan hanya kiyai dan ustadz saja, melainkan adayang dari TNI, Polri, Instansi pemerintahan pengusaha, petani, jawara, mohon maaf,” sekalipun garong, kenyataan ini tidak bisa kita pungkiri, namun setelah adanya IPASI mari kita bersatu di sini, dari warna ormas manasaja dan seragam apa saja, IPASI akan menjadi sebuah wadah dari seluruh alumni santri, walau dia sudah berada di lembaga lain tidak masalah gabung di IPASI asal saratnya pernah mesantren, harus kita jaga martabat alumni santri jangan sampai nama IPASI tercoreng rusak di muka umumoleh pihak oknum” ujar KH Ochev.

 

Untuk persyaratan punya legalitas Kartu Tanda Anggota (KTA IPASI persyaratannya mudah tapi tidak mudah, karena harus mengisi formulir menuliskan nama pesantren yang pernah peserta menimba ilmu, lalu tulis alamat tempat tinggal pribadi, bawa siapkan Poto copy KTP 1 lembar juga Poto 2 lembar ukuran 2×4, ini mudah namun tidak mudah karena yang belum pernah mondok (pesantren) mohon maaf karena itulah modal utama keanggotaan menjadi IPASI, sebab namanya juga organisasi alumni santri, sehingga harus pernah mondok duli di pesantren walau hanya minimal 1-2 hari,” jelasnya.

Di tempat yang sama alumni santri menambahkan,” saya merasa bangga hadirnya IPASI, karena selama ini tidak ada wadah alumni santri, padahal alumni santri sangat banyak dan profesinyapun berpariasi, apayang tadi disampaikan KH. Ochev, semoga dengan lahirnya IPASI ini semua alumni santri menyambut baik, kita tunjukkan bahwa alumni santri ada dimana – mana dan di semua bidang ada, sehingga IPASI menerima dari semua kalangan organisasi apa saja.

 

Masih hal yang sama, kita harus bangga menjadi alumni santri,” karena menurut saya mendapatkan gelar alumni santri itu tidak mudah dan tidak ada Surat Keputusannya (SK), itu murni lahir dari pakata yang sudah di jalankan selma mondok (mesantren), yang selama menimba ilmu itu tidak mudah, maka dari itu kita harus merasa bahagia tergolong manusia sebagai alumni santri, IPASI lahir sebagai wadah alumni santri yang di gagas Abuya KH. Asep Nafis Imbron Bustomi Cisantri dan KH. Ochev Assonhaji BA.

 

Menurut saya,” kita harus merasa bangga menjadi alumni santri, karena adayang berbeda alumni santri dengan alumni sekolah, contoh nyata kalau di pondok (pesantren) makanya bareng sesama Anatar santri, kalau kita di sekolah makanya masing – masing, menurut saya ada perbedaan teman antara sekolah dan saat teman mesantren, itulah keajaiban di pondok pesantren, ini sangat luar biasa, makanya hadirnya IPASI ini, itu datangnya tidak adayang tau namun itu rahasia Allah.” Pungkasnya.

 

 

Mukhlis

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!